Perhitungan Keuangan Bisnis Plan

Halo Sobat Bisnis, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai perhitungan keuangan dalam bisnis plan. Sebelum memulai, kita perlu memahami bahwa bisnis plan adalah dokumen yang sangat penting bagi kesuksesan bisnis Anda. Bisnis plan berisi gambaran lengkap tentang bisnis Anda, termasuk perencanaan strategi, analisis pasar, analisis kompetitor, dan tentu saja perhitungan keuangan. Perhitungan keuangan adalah bagian penting dari bisnis plan karena berisi proyeksi pendapatan dan pengeluaran bisnis Anda dalam jangka waktu tertentu.

1. Anggaran Modal

Anggaran modal adalah salah satu bagian penting dari perhitungan keuangan bisnis plan. Anggaran modal adalah rencana penggunaan dana investasi yang diperlukan untuk memulai bisnis Anda. Dalam anggaran modal, Anda harus mencantumkan jumlah dana yang akan disediakan untuk investasi, seperti modal awal, pinjaman, atau investor.

Setelah menentukan dana investasi, Anda harus menentukan bagaimana dana tersebut akan digunakan. Ada banyak hal yang perlu diperhitungkan dalam anggaran modal, seperti biaya peralatan, biaya sewa tempat, biaya pemasaran, dan biaya operasional.

Dalam membuat anggaran modal, Anda harus sangat hati-hati dan realistis. Jangan terlalu optimis dalam memproyeksikan pendapatan, sehingga Anda bisa membuat rencana anggaran modal yang realistis dan dapat dicapai.

1.1. Contoh Anggaran Modal

Jenis Biaya Jumlah
Modal Awal Rp 50.000.000
Biaya Sewa Tempat Rp 10.000.000
Biaya Perizinan Rp 5.000.000
Biaya Pemasaran Rp 7.500.000
Biaya Operasional Rp 12.500.000
Total Rp 85.000.000

2. Proyeksi Pendapatan

Proyeksi pendapatan adalah bagian penting dari perhitungan keuangan bisnis plan. Proyeksi pendapatan berisi rencana pendapatan bisnis Anda dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu tahun atau tiga tahun ke depan.

Dalam membuat proyeksi pendapatan, Anda harus mempertimbangkan banyak faktor, seperti harga produk atau jasa, jumlah penjualan, dan target pasar. Anda perlu melakukan riset pasar dan analisis kompetitor untuk mengetahui potensi pendapatan bisnis Anda dalam jangka waktu tertentu.

Anda harus sangat hati-hati dalam memproyeksikan pendapatan, dan jangan terlalu optimis dalam menghitung jumlah penjualan atau harga produk. Sebaliknya, cobalah untuk memproyeksikan pendapatan secara realistis, dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pendapatan Anda.

2.1. Contoh Proyeksi Pendapatan

Bulan Jumlah Penjualan Harga Satuan Total Pendapatan
Januari 100 Rp 100.000 Rp 10.000.000
Februari 120 Rp 100.000 Rp 12.000.000
Maret 150 Rp 100.000 Rp 15.000.000
April 180 Rp 100.000 Rp 18.000.000
Mei 200 Rp 100.000 Rp 20.000.000
Juni 220 Rp 100.000 Rp 22.000.000
Juli 240 Rp 100.000 Rp 24.000.000
Agustus 260 Rp 100.000 Rp 26.000.000
September 280 Rp 100.000 Rp 28.000.000
Oktober 300 Rp 100.000 Rp 30.000.000
November 320 Rp 100.000 Rp 32.000.000
Desember 340 Rp 100.000 Rp 34.000.000

3. Proyeksi Pengeluaran

Proyeksi pengeluaran adalah bagian penting dari perhitungan keuangan bisnis plan. Proyeksi pengeluaran berisi rencana pengeluaran bisnis Anda dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu tahun atau tiga tahun ke depan.

Dalam membuat proyeksi pengeluaran, Anda harus mempertimbangkan banyak faktor, seperti biaya produksi, biaya pemasaran, biaya operasional, dan biaya lainnya. Anda harus melakukan riset pasar dan analisis kompetitor untuk mengetahui estimasi biaya yang diperlukan dalam bisnis Anda.

Anda harus sangat hati-hati dalam memproyeksikan pengeluaran, dan jangan terlalu optimis dalam menghitung jumlah biaya. Sebaliknya, cobalah untuk memproyeksikan pengeluaran secara realistis, dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengeluaran Anda.

3.1. Contoh Proyeksi Pengeluaran

Bulan Biaya Produksi Biaya Pemasaran Biaya Operasional Total Pengeluaran
Januari Rp 5.000.000 Rp 1.000.000 Rp 2.500.000 Rp 8.500.000
Februari Rp 6.000.000 Rp 1.200.000 Rp 3.000.000 Rp 10.200.000
Maret Rp 7.500.000 Rp 1.500.000 Rp 3.750.000 Rp 12.750.000
April Rp 9.000.000 Rp 1.800.000 Rp 4.500.000 Rp 15.300.000
Mei Rp 10.000.000 Rp 2.000.000 Rp 5.000.000 Rp 17.000.000
Juni Rp 11.000.000 Rp 2.200.000 Rp 5.500.000 Rp 18.700.000
Juli Rp 12.000.000 Rp 2.400.000 Rp 6.000.000 Rp 20.400.000
Agustus Rp 13.000.000 Rp 2.600.000 Rp 6.500.000 Rp 22.100.000
September Rp 14.000.000 Rp 2.800.000 Rp 7.000.000 Rp 23.800.000
Oktober Rp 15.000.000 Rp 3.000.000 Rp 7.500.000 Rp 25.500.000
November Rp 16.000.000 Rp 3.200.000 Rp 8.000.000 Rp 27.200.000
Desember Rp 17.000.000 Rp 3.400.000 Rp 8.500.000 Rp 29.900.000

4. Break Even Point

Break even point adalah titik dimana pendapatan bisnis Anda sama dengan biaya bisnis Anda. Dalam membuat perhitungan break even point, Anda perlu mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variabel.

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dalam jangka waktu tertentu, misalnya biaya sewa tempat atau biaya gaji karyawan. Biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produksi atau penjualan, misalnya biaya bahan baku atau biaya pemasaran.

Dalam membuat perhitungan break even point, Anda harus mempertimbangkan harga produk, biaya tetap, biaya variabel, dan estimasi jumlah penjualan. Dengan mengetahui break even point, Anda dapat menentukan apakah bisnis Anda dapat menghasilkan keuntungan atau tidak.

4.1. Contoh Break Even Point

Supaya lebih mudah dipahami, mari kita gunakan contoh bisnis laundry kiloan. Biaya tetap laundry kiloan adalah biaya sewa tempat, gaji karyawan, dan biaya listrik. Biaya variabel laundry kiloan adalah biaya deterjen, air, dan biaya tenaga kerja.

Harga laundry kiloan adalah Rp 10.000/kg. Biaya tetap sebesar Rp 10.000.000/bulan, sedangkan biaya variabel sebesar Rp 5.000/kg. Prediksi penjualan laundry kiloan sebanyak 2000 kg/bulan. Berapa break even point dari bisnis laundry kiloan ini?

Untuk mencari break even point, kita perlu menggunakan rumus berikut:

Break Even Point = Biaya Tetap ÷ (Harga – Biaya Variabel)

Dalam hal ini, rumusnya menjadi:

Break Even Point = Rp 10.000.000 ÷ (Rp 10.000 – Rp 5.000)

Break Even Point = 2000 kg

Dari hasil perhitungan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa bisnis laundry kiloan ini harus menjual minimal 2000 kg laundry dalam satu bulan untuk mencapai break even point. Jika bisnis ini mampu menjual lebih dari 2000 kg laundry dalam satu bulan, maka bisnis ini dapat menghasilkan keuntungan.

5. FAQ

5.1. Apa itu perhitungan keuangan dalam bisnis plan?

Perhitungan keuangan dalam bisnis plan adalah estimasi pendapatan dan pengeluaran bisnis Anda dalam jangka waktu tertentu. Perhitungan keuangan meliputi anggaran modal, proyeksi pendapatan, proyeksi pengeluaran, break even point, dan analisis keuangan lainnya.

5.2. Kenapa perhitungan keuangan penting dalam bisnis plan?

Perhitungan keuangan penting dalam bisnis plan karena berisi proyeksi pendapatan dan pengeluaran bisnis Anda dalam jangka waktu tertentu. Dengan perhitungan keuangan, Anda dapat mengetahui apakah bisnis Anda dapat menghasilkan keuntungan atau tidak. Perhitungan keuangan juga membantu Anda untuk merencanakan strategi bisnis yang lebih baik.

5.3. Bagaimana cara membuat perhitungan keuangan dalam bisnis plan?

Untuk membuat perhitungan keuangan dalam bisnis plan, Anda perlu melakukan riset pasar dan analisis kompetitor terlebih dahulu. Setelah itu, Anda dapat membuat anggaran modal, proyeksi pendapatan, proyeksi pengeluaran, dan break even point. Pastikan untuk membuat proyeksi pendapatan dan pengeluaran secara realistis, dan jangan terlalu optimis dalam memproyeksikan keuntungan.

5.4. Apa itu break even point?

Break even point adalah titik dimana pendapatan bisnis Anda sama dengan biaya bisnis Anda. Dalam membuat perhitungan break even point, Anda

Video:Perhitungan Keuangan Bisnis Plan