Bisnis Jastip Makanan: Menjanjikan atau Tidak?

Hello Sobat Bisnis! Apa kabar? Kali ini kita akan membahas tentang bisnis jastip makanan. Bisnis jastip makanan cukup populer belakangan ini, terutama di tengah pandemi COVID-19. Banyak orang yang memilih untuk memesan makanan secara online agar tidak perlu keluar rumah. Namun, apakah bisnis jastip makanan benar-benar menjanjikan? Simak artikel ini sampai selesai ya!

Apa Itu Bisnis Jastip Makanan?

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu bisnis jastip makanan. Jastip sendiri merupakan singkatan dari jasa titip. Dalam konteks bisnis jastip makanan, artinya seseorang atau perusahaan yang menerima pesanan makanan dari konsumen, lalu akan membeli makanan tersebut di restoran atau warung makan, dan mengirimkan makanan tersebut ke alamat yang diinginkan oleh konsumen. Konsumen biasanya membayar lebih dari harga makanan aslinya sebagai biaya jasa.

Bisnis jastip makanan bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari individu biasa hingga perusahaan besar. Biasanya, bisnis jastip makanan dilakukan melalui aplikasi atau website yang mempertemukan konsumen dengan jasa jastip. Beberapa di antaranya adalah GoFood, GrabFood, ShopeeFood, dan sebagainya.

Bisnis Jastip Makanan: Menjanjikan atau Tidak?

Seperti bisnis lainnya, bisnis jastip makanan juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Mari kita bahas satu per satu.

Kelebihan Bisnis Jastip Makanan

  1. Meningkatkan Kemudahan Konsumen
  2. Dengan bisnis jastip makanan, konsumen tidak perlu repot-repot keluar rumah hanya untuk membeli makanan. Mereka bisa memesan makanan dari aplikasi atau website, dan makanan tersebut akan diantar ke alamat yang diinginkan. Terlebih lagi, saat ini sudah banyak restoran atau warung makan yang bekerja sama dengan aplikasi jastip sehingga konsumen memiliki banyak pilihan makanan.

  3. Meningkatkan Potensi Keuntungan
  4. Bisnis jastip makanan bisa memberikan potensi keuntungan yang besar. Konsumen biasanya membayar lebih dari harga makanan aslinya sebagai biaya jasa. Selain itu, dengan bekerja sama dengan restoran atau warung makan tertentu, jasa jastip bisa mendapatkan promo atau diskon yang bisa menambah keuntungan.

  5. Mudah Dikelola
  6. Bisnis jastip makanan tidak memerlukan tempat usaha yang besar atau banyak karyawan. Seorang jasa jastip bisa memulai bisnisnya sendiri dengan hanya bermodalkan smartphone dan kendaraan. Terlebih lagi, dengan adanya aplikasi atau website, proses pemesanan dan pengiriman makanan jadi lebih mudah dan terotomatisasi.

Kekurangan Bisnis Jastip Makanan

  1. Tidak Ada Keuntungan Jangka Panjang
  2. Bisnis jastip makanan bisa memberikan keuntungan yang besar dalam waktu singkat, namun tidak menjamin keuntungan jangka panjang. Terlebih lagi, dengan semakin banyaknya pesaing di bisnis ini, membuat persaingan semakin ketat dan potensi keuntungan semakin menurun.

  3. Resiko Keterlambatan dan Kerusakan
  4. Dalam bisnis jastip makanan, jasa pengiriman memegang peran penting. Jika jasa pengiriman tidak dapat mengantarkan makanan tepat waktu atau makanan mengalami kerusakan selama pengiriman, maka bisnis jastip makanan bisa mendapat masalah. Konsumen bisa marah dan tidak mau memesan lagi, atau jasa jastip harus mengeluarkan uang tambahan untuk mengganti makanan yang rusak.

  5. Ketergantungan pada Aplikasi atau Website
  6. Bisnis jastip makanan sangat bergantung pada keberadaan aplikasi atau website tempat bisnis tersebut berjalan. Jika aplikasi atau website mengalami masalah atau ditutup, maka bisnis jastip makanan bisa lumpuh. Jadi, jasa jastip harus selalu mencari alternatif tempat berbisnis.

Cara Memulai Bisnis Jastip Makanan

Jika Anda tertarik untuk memulai bisnis jastip makanan, berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Tentukan Niche Bisnis

Tentukan jenis makanan atau area bisnis yang ingin Anda fokuskan. Misalnya, Anda ingin fokus pada pengiriman makanan khas daerah tertentu atau makanan vegetarian.

2. Lakukan Riset Pasar

Lakukan riset pasar untuk mengetahui potensi bisnis jastip makanan di daerah Anda. Cari tahu juga siapa saja pesaing Anda dan apa kelebihan dari bisnis Anda.

3. Bangun Brand dan Website

Bangun brand bisnis jastip makanan Anda dan buat website atau profil di media sosial untuk mempromosikan bisnis Anda.

4. Cari Mitra Restoran atau Warung Makan

Cari restoran atau warung makan yang bisa bekerja sama dengan bisnis jastip makanan Anda.

5. Siapkan Jasa Pengiriman

Pilih jasa pengiriman yang terpercaya dan memiliki jangkauan luas untuk memenuhi kebutuhan bisnis jastip makanan Anda.

6. Mulai Berpromosi

Mulailah berpromosi melalui media sosial dan iklan online untuk menarik pelanggan baru.

FAQ tentang Bisnis Jastip Makanan

1. Apa Itu Bisnis Jastip Makanan?

Bisnis jastip makanan adalah bisnis yang menerima pesanan makanan dari konsumen, lalu akan membeli makanan tersebut di restoran atau warung makan, dan mengirimkan makanan tersebut ke alamat yang diinginkan oleh konsumen. Konsumen biasanya membayar lebih dari harga makanan aslinya sebagai biaya jasa.

2. Apa Kelebihan Bisnis Jastip Makanan?

Kelebihan bisnis jastip makanan antara lain meningkatkan kemudahan konsumen, meningkatkan potensi keuntungan, dan mudah dikelola.

3. Apa Kekurangan Bisnis Jastip Makanan?

Kekurangan bisnis jastip makanan antara lain tidak ada keuntungan jangka panjang, resiko keterlambatan dan kerusakan, dan ketergantungan pada aplikasi atau website.

4. Bagaimana Memulai Bisnis Jastip Makanan?

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis jastip makanan antara lain menentukan niche bisnis, melakukan riset pasar, bangun brand dan website, cari mitra restoran atau warung makan, siapkan jasa pengiriman, dan mulai berpromosi.

Kesimpulan

Itulah tadi pembahasan tentang bisnis jastip makanan. Bisnis ini memang menjanjikan, namun juga memiliki kekurangan yang harus diperhatikan. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis jastip makanan, pastikan langkah-langkah di atas sudah dilakukan dengan baik agar bisnis tersebut bisa berjalan dengan lancar dan menguntungkan. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sobat Bisnis!

Video:Bisnis Jastip Makanan: Menjanjikan atau Tidak?